Lebih dari 200 siswa di wilayah Berastagi dan Kabanjahe disebut terdampak dalam rangkaian kejadian tersebut. Hingga Minggu siang, sebanyak 64 anak masih menjalani perawatan intensif.
Di tengah kunjungan itu, seorang siswa menyampaikan kalimat pendek yang menggambarkan besarnya ketakutan yang ia rasakan.
“Nggak mau lagi aku makan MBG, Pak!”
Kalimat tersebut bukan sekadar penolakan terhadap makanan.
Di baliknya ada pengalaman seorang anak yang sebelumnya mengonsumsi makanan yang seharusnya menjadi bagian dari program pemenuhan gizi, tetapi kemudian harus berhadapan dengan kondisi kesehatan yang membuatnya dirawat di rumah sakit.