Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai perbedaan angka dalam pembukuan. Warga membutuhkan laporan keuangan yang transparan dan dapat diperiksa bersama.
Menurutnya, laporan yang baru disampaikan kepada warga belum menguraikan secara terperinci penggunaan dana kas setiap bulan.
"Semestinya warga perlu laporan keuangan dan baru kemarin diberi laporan dan tidak terinci detail, apa saja pengeluaran setiap bulan berjalan. Misal, gaji penjaga berapa orang dan rinciannya. Gaji pembuang sampah berapa dan pengeluaran yang lain dengan bukti kuitansi dan bon," imbuh Adi, warga Blok Cendana Mulya tersebut.
Sebelumnya, persoalan pengelolaan kas ini berkaitan dengan pencatatan pemasukan dan pengeluaran keuangan paguyuban selama periode Juni 2024 hingga Mei 2026.
Dalam penelusuran awal, MaduraPost menemukan sejumlah catatan transaksi dan pengeluaran yang masih membutuhkan penjelasan dari pihak terkait.