“Kita belum sampai di sana, tetapi kita sudah sangat dekat dan kita akan terus berupaya,” ujar Vance seperti dikutip Reuters.
“Saya tidak dapat menjamin bahwa kita akan sampai di sana, tetapi saat ini saya merasa cukup optimistis,” lanjutnya.
Pemerintahan Trump sendiri beberapa kali mengklaim bahwa kesepakatan damai tinggal menunggu waktu. Namun Iran berkali-kali membantah pernyataan tersebut dan menilai Washington terlalu cepat menggiring opini publik.
Teheran menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai jika Amerika Serikat benar-benar mencabut sanksi ekonomi, membuka blokade aset Iran di luar negeri, serta menarik pasukan militernya dari kawasan Timur Tengah.
Tak hanya itu, Iran juga menuntut agar setiap kesepakatan damai mencakup penghentian serangan Israel di Lebanon, yang dinilai turut memperkeruh situasi regional.
Hingga kini, dunia internasional masih menanti apakah draf kesepakatan tersebut benar-benar akan disahkan atau kembali berujung buntu di meja diplomasi. Namun satu hal yang pasti, peluang terciptanya perdamaian kini mulai terbuka setelah berbulan-bulan konflik memicu kekhawatiran global.