Karena tidak mengenali sosok tersebut, Mujahriyanto segera memanggil warga lain, Sudirman, untuk membantu memastikan identitas korban. Setelah dilakukan pengecekan, keduanya mengetahui bahwa pria yang tergeletak tersebut adalah SA'OM.

 

Kabar penemuan itu dengan cepat menyebar ke warga sekitar. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Lobuk yang selanjutnya meneruskan informasi itu kepada Polsek Bluto dan pihak Puskesmas setempat.

 

Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke rumah saudara kandungnya, Rusniah, dengan bantuan warga.

 

Dari keterangan keluarga, SA'OM diketahui memiliki riwayat penyakit asma atau sesak napas yang telah lama dideritanya.

Untuk memastikan penyebab kematian, Kapolsek Bluto bersama anggotanya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa kondisi di sekitar lokasi, serta meminta keterangan sejumlah saksi yang terakhir melihat korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan informasi yang diperoleh dari keluarga, tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada tindak pidana. Keluarga meyakini korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.