Melalui koperasi ini, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh berbagai kebutuhan penting, mulai dari beras, minyak goreng, LPG 3 kilogram, hingga pupuk bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau.
“KD/KMP hadir untuk mendukung masyarakat desa agar lebih mudah mendapatkan pupuk, sarana pertanian, hingga fasilitas yang menunjang kegiatan perikanan dan pertanian,” kata Imam, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (14/06/2026).
Untuk mendukung operasionalnya, pemerintah menyiapkan tujuh unit layanan utama di setiap koperasi. Fasilitas tersebut meliputi gerai sembako, gerai logistik, gudang penyimpanan, unit simpan pinjam, klinik kesehatan, apotek desa, hingga kantor layanan koperasi.
Berbeda dengan koperasi konvensional yang tumbuh dari inisiatif masyarakat secara mandiri, Koperasi Merah Putih mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Pembinaan dan pengawasan program ini bahkan melibatkan kepala desa maupun lurah secara ex-officio guna memastikan koperasi berjalan sesuai tujuan.
Meski jumlah koperasi yang terbentuk sangat besar, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh unit dapat beroperasi secara optimal. Di Jawa Timur, dari total 8.494 koperasi yang telah berdiri, sebanyak 1.089 koperasi sudah mulai beroperasi secara mandiri dengan mengandalkan modal gotong royong masyarakat.