"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," ujar Alhadid.
Menurut Alhadid, ratusan senjata tersebut telah disimpan di lokasi itu sejak 2020 dan digunakan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah. Namun kegiatan tersebut berhenti setelah pembina ekstrakurikuler berinisial S meninggal dunia pada 2022.
"Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S," ungkapnya.
Meski pemilik mengklaim seluruh senjata memiliki izin, polisi memastikan penyelidikan tetap berlanjut. Fokus pemeriksaan kini mengarah pada legalitas impor, kepatuhan terhadap aturan penyimpanan, serta alasan ratusan senjata tersebut berada di lingkungan sekolah selama bertahun-tahun tanpa diketahui publik.