“Dia merasa sering difoto, kemudian dimasukkan ke grup dan dijadikan bahan olokan hingga dibuat stiker. Dari pengakuannya, itu yang membuat dia merasa dibully,” ujar Elnath.

 

Penyidik menduga rasa kesal yang menumpuk itu menjadi salah satu pemicu aksi nekat yang terjadi di ruang rapat Diskominfo Kukar.

 

Dalam penyelidikan sementara, polisi menemukan indikasi bahwa MA telah melakukan persiapan sebelum insiden terjadi. Ia diduga membeli dan membawa bahan bakar jenis Pertalite ke lokasi kejadian.

 

Jumlah bahan bakar yang dibawa diperkirakan mencapai 30 hingga 40 liter. Bensin tersebut disebut dibawa menggunakan wadah galon yang kini telah diamankan sebagai barang bukti.

 

“Yang bersangkutan membeli Pertalite sekitar 30 sampai 40 liter lalu membawanya ke ruangan,” ungkap Elnath.