estoria.id - Keluhan pasien dan keluarga pasien kini mendapat perhatian lebih serius di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu memperkuat sistem layanan pengaduan dan informasi agar setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya RSUDMA dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada kualitas komunikasi dan kepuasan pasien.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erliyati, menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun keluhan terkait layanan rumah sakit. Menurutnya, setiap masukan dari pasien merupakan bahan evaluasi yang sangat penting untuk mendorong perbaikan pelayanan.
“Pengaduan dari masyarakat bukan sesuatu yang harus dihindari. Justru itu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan,” ujar Erliyati, Rabu (12/08/2026).
Untuk memudahkan masyarakat, RSUDMA juga menyediakan layanan informasi dan pengaduan yang dapat diakses selama 24 jam. Dengan sistem tersebut, pasien maupun keluarga pasien tidak perlu menunggu jam kerja ketika membutuhkan informasi atau ingin melaporkan persoalan yang memerlukan penanganan segera.
“Kami ingin masyarakat merasa dilayani dan didengar. Karena itu, pengaduan dan komunikasi menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pelayanan. Ketika ada keluhan, harus ada respons dan tindak lanjut yang jelas,” katanya.
Erliyati menjelaskan, peningkatan kualitas layanan rumah sakit tidak cukup hanya melalui pembangunan fasilitas atau modernisasi peralatan medis. Hubungan komunikasi yang baik antara petugas kesehatan dengan pasien dan keluarga juga menjadi faktor penting dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang ideal harus didukung sikap ramah, cepat, profesional, serta mampu memberikan kepastian dan kenyamanan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan layanan medis.
“Rumah sakit bukan hanya tempat untuk mendapatkan tindakan medis. Masyarakat juga harus merasa aman, nyaman, memperoleh informasi yang jelas, dan mendapatkan pelayanan yang manusiawi,” tambahnya.
Melalui penguatan layanan pengaduan tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar berupaya membangun budaya pelayanan yang lebih terbuka dan responsif. Keluhan pasien tidak dipandang sebagai ancaman terhadap citra rumah sakit, melainkan sebagai masukan berharga untuk memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Manajemen rumah sakit juga terus mendorong seluruh jajaran agar memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Erliyati pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan berbagai kendala yang ditemui selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran. Silakan disampaikan melalui kanal pengaduan yang telah kami sediakan. Setiap masukan akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep,” pungkasnya.