estoria.id — Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (24/8/2026). Pelemahan terjadi saat bank pelat merah tersebut tengah mendapat sorotan publik terkait penanganan rekening milik Supriyono, warga Pati, Jawa Tengah.
Berdasarkan data perdagangan, saham BMRI turun 30 poin atau 0,71 persen ke level Rp4.190 per saham. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026), saham Bank Mandiri berada di posisi Rp4.220 per saham.
Pergerakan saham tersebut berlangsung di tengah polemik rekening Supriyono yang disebut digunakan untuk menampung donasi masyarakat. Koordinator AMPB, Teguh Istianto, menyebut dana yang terkumpul melalui rekening tersebut mencapai sekitar Rp80 juta dan rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan peserta aksi pada 27 Agustus 2026 di Jakarta.
Bank Mandiri sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf kepada nasabah atas ketidaknyamanan yang muncul akibat penanganan rekening tersebut.
Melalui kolom komentar akun Instagram resminya pada Minggu (23/8/2026), Bank Mandiri menjelaskan bahwa tindakan terhadap rekening dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.
“Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis Bank Mandiri.