estoria.id - Ada nuansa berbeda dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sumenep untuk memperingati Hari Jadi ke-757. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memilih menggunakan bahasa Madura saat menyampaikan pidatonya di hadapan jajaran legislatif dan tamu undangan di Graha Paripurna DPRD, Sabtu (31/10/2026).
Penggunaan bahasa daerah tersebut menjadi bagian dari peringatan hari jadi sekaligus penegasan identitas budaya masyarakat Sumenep.
Rapat paripurna itu dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, Wakil Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, jajaran pejabat Pemkab Sumenep, para camat, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta sejumlah undangan lainnya.
Mengawali pidatonya, Fauzi mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan memperingati perjalanan panjang Kabupaten Sumenep. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat, baik yang tinggal di wilayah daratan maupun kepulauan.
Menurutnya, bertambahnya usia Kabupaten Sumenep harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.