Tiga WNI Cetak Sejarah Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Aichi Jepang

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga WNI yang resmi mencatat sejarah baru di sektor transportasi Jepang. (Sumber Foto: Kemenlu)

i

Tiga WNI yang resmi mencatat sejarah baru di sektor transportasi Jepang. (Sumber Foto: Kemenlu)

ESTORIA –  Tiga warga negara Indonesia (WNI) resmi mencatat sejarah baru di sektor transportasi Jepang. Untuk pertama kalinya, Prefektur Aichi memiliki pengemudi bus asing asal Indonesia yang akan bertugas melayani transportasi publik di wilayah Toyota, Jepang.

Ketiga pengemudi tersebut adalah Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi. Mereka direkrut untuk bekerja di perusahaan transportasi Meitetsu Bus yang berbasis di Toyota.

Pelepasan ketiganya dilakukan langsung oleh Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan apresiasi kepada manajemen Meitetsu Bus atas komitmen mereka dalam menerapkan standar rekrutmen, pelatihan, hingga perlindungan tenaga kerja yang dinilai sangat baik bagi pekerja asal Indonesia.

Ia juga berpesan agar para pengemudi Indonesia mampu menjaga profesionalisme selama bekerja di Jepang.

“Teman-teman pengemudi bukan hanya bekerja secara profesional, tetapi juga menjadi duta bangsa yang membawa nilai, etos kerja, dan karakter positif Indonesia,” ujarnya.

Acara pelepasan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Jepang, mulai dari otoritas transportasi hingga perwakilan pemerintah daerah setempat. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang tenaga kerja transportasi.

Kerja sama pengiriman tenaga pengemudi antara Indonesia dan Jepang sendiri mulai berjalan sejak 2025. Tidak hanya untuk sektor transportasi umum seperti bus, tetapi juga merambah sektor pengemudi truk logistik yang saat ini tengah mengalami kekurangan tenaga kerja di Jepang.

Pendiri sekaligus Direktur [Japan Indonesia Driving School (JIDS)](https://jids.jp/?utm_source=chatgpt.com), Bowo Kristianto, mengungkapkan bahwa hingga 2026 sudah ada 16 pengemudi bus asal Indonesia yang bekerja di sejumlah perusahaan transportasi Jepang.

Mereka tersebar di berbagai operator besar, di antaranya Tokyu Bus, Osaka Bus, Meitetsu Bus, Hiroshima Bus, hingga Fujikyu Bus.

Sementara di sektor logistik, sebanyak 14 pengemudi truk Indonesia juga telah bekerja di beberapa perusahaan Jepang sejak 2025.

Menurut Bowo, minat masyarakat Indonesia untuk bekerja sebagai pengemudi profesional di Jepang terus meningkat. Saat ini, sekitar 90 peserta disebut tengah menjalani proses pelatihan di JIDS sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa tenaga kerja Indonesia mulai mendapat kepercayaan lebih luas di sektor transportasi Jepang yang selama ini dikenal memiliki standar disiplin dan keselamatan sangat tinggi.

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ONIC Menggila di MPL ID S17, RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar Klasemen
Bongkar Dugaan Manipulasi Pengajuan Kredit di BRI Sumenep, Korban Dibebani Rp390 Juta
Menkeu Purbaya Belum Nonaktifkan Dirjen Bea Cukai Djaka Meski Terseret Dakwaan Korupsi
Roy Suryo Desak Polisi Terbitkan SP3 Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Ijazah Jokowi
Pelajar di Sumenep Jadi Korban Dugaan Asusila Kakek Sendiri
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460, Konflik AS-Iran Bikin Pasar Bergejolak
Ribuan Kasus Narkoba Terungkap, Kokain Langka di Sumenep Picu Alarm Peredaran Internasional
Tarif Janggal di Tongkang Karjon, Penumpang Bawa Orang Sakit Justru Dikenai Biaya Lebih
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:29 WIB

Tiga WNI Cetak Sejarah Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Aichi Jepang

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:08 WIB

ONIC Menggila di MPL ID S17, RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar Klasemen

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:45 WIB

Bongkar Dugaan Manipulasi Pengajuan Kredit di BRI Sumenep, Korban Dibebani Rp390 Juta

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:38 WIB

Menkeu Purbaya Belum Nonaktifkan Dirjen Bea Cukai Djaka Meski Terseret Dakwaan Korupsi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:03 WIB

Roy Suryo Desak Polisi Terbitkan SP3 Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Ijazah Jokowi

Berita Terbaru

×