ESTORIA – Tiga warga negara Indonesia (WNI) resmi mencatat sejarah baru di sektor transportasi Jepang. Untuk pertama kalinya, Prefektur Aichi memiliki pengemudi bus asing asal Indonesia yang akan bertugas melayani transportasi publik di wilayah Toyota, Jepang.
Ketiga pengemudi tersebut adalah Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi. Mereka direkrut untuk bekerja di perusahaan transportasi Meitetsu Bus yang berbasis di Toyota.
Pelepasan ketiganya dilakukan langsung oleh Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan apresiasi kepada manajemen Meitetsu Bus atas komitmen mereka dalam menerapkan standar rekrutmen, pelatihan, hingga perlindungan tenaga kerja yang dinilai sangat baik bagi pekerja asal Indonesia.
Ia juga berpesan agar para pengemudi Indonesia mampu menjaga profesionalisme selama bekerja di Jepang.
“Teman-teman pengemudi bukan hanya bekerja secara profesional, tetapi juga menjadi duta bangsa yang membawa nilai, etos kerja, dan karakter positif Indonesia,” ujarnya.
Acara pelepasan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Jepang, mulai dari otoritas transportasi hingga perwakilan pemerintah daerah setempat. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang tenaga kerja transportasi.
Kerja sama pengiriman tenaga pengemudi antara Indonesia dan Jepang sendiri mulai berjalan sejak 2025. Tidak hanya untuk sektor transportasi umum seperti bus, tetapi juga merambah sektor pengemudi truk logistik yang saat ini tengah mengalami kekurangan tenaga kerja di Jepang.
Pendiri sekaligus Direktur [Japan Indonesia Driving School (JIDS)](https://jids.jp/?utm_source=chatgpt.com), Bowo Kristianto, mengungkapkan bahwa hingga 2026 sudah ada 16 pengemudi bus asal Indonesia yang bekerja di sejumlah perusahaan transportasi Jepang.
Mereka tersebar di berbagai operator besar, di antaranya Tokyu Bus, Osaka Bus, Meitetsu Bus, Hiroshima Bus, hingga Fujikyu Bus.
Sementara di sektor logistik, sebanyak 14 pengemudi truk Indonesia juga telah bekerja di beberapa perusahaan Jepang sejak 2025.
Menurut Bowo, minat masyarakat Indonesia untuk bekerja sebagai pengemudi profesional di Jepang terus meningkat. Saat ini, sekitar 90 peserta disebut tengah menjalani proses pelatihan di JIDS sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa tenaga kerja Indonesia mulai mendapat kepercayaan lebih luas di sektor transportasi Jepang yang selama ini dikenal memiliki standar disiplin dan keselamatan sangat tinggi.














