estoria.id -  Industri perfilman dunia kembali dikejutkan oleh kemunculan film horor beranggaran minim yang mampu mencetak keuntungan fantastis. Obsession, film debut karya sutradara muda Curry Barker, sukses meraup pendapatan box office global lebih dari US$400 juta atau sekitar Rp7,17 triliun, menjadikannya salah satu film paling menguntungkan dalam sejarah perfilman.

 

Berdasarkan laporan AFP, Jumat (17/07/2026), film tersebut kini berada di jalur untuk mencatatkan rekor sebagai salah satu proyek dengan tingkat keuntungan terbesar jika dibandingkan dengan biaya produksinya.

 

Pencapaian itu terasa semakin luar biasa mengingat Obsession hanya diproduksi dengan anggaran sekitar US$750 ribu hingga US$1 juta. Dalam waktu sekitar dua bulan sejak dirilis awal Mei 2026, film ini berhasil menjelma menjadi fenomena global berkat promosi dari mulut ke mulut, terutama di kalangan penonton muda pencinta film horor.

 

Sebelum tayang di bioskop, Obsession lebih dulu mencuri perhatian saat diputar perdana di Festival Film Toronto 2025. Sambutan positif dari penonton membuat popularitasnya terus melesat hingga akhirnya mendominasi box office internasional.

 

Kesuksesan tersebut turut mengangkat nama Curry Barker. Di usia 26 tahun, mantan kreator YouTube itu kini menjadi salah satu sutradara muda paling diperhitungkan di Hollywood hanya lewat film panjang pertamanya.

 

Pendiri situs pemantau industri perfilman The Numbers, Bruce Nash, menyebut Obsession berpotensi menjadi film paling sukses sepanjang masa jika dihitung berdasarkan rasio antara biaya produksi dan pendapatan box office.

 

Dengan pendapatan yang kini telah mencapai sekitar US$430 juta, Obsession bahkan melampaui rekor yang selama puluhan tahun dipegang film horor legendaris The Blair Witch Project. Film yang dirilis pada 1999 itu sebelumnya mengumpulkan sekitar US$250 juta dari modal produksi hanya US$600 ribu.

 

Secara total pendapatan, film-film blockbuster seperti Avatar, Titanic, maupun Frozen memang masih menghasilkan pemasukan jauh lebih besar. Namun, keuntungan Obsession dinilai jauh lebih impresif karena dibangun dari modal yang sangat kecil.

Film ini juga berhasil melampaui capaian horor populer lainnya tahun ini, Backrooms, yang mengantongi pendapatan sekitar US$360 juta dengan biaya produksi sekitar US$10 juta.

 

Keberhasilan dua film tersebut sekaligus menandai meningkatnya minat penonton terhadap genre horor dan membuka peluang bagi para kreator digital untuk menembus industri film layar lebar.

 

Fenomena ini bahkan mendapat apresiasi dari sutradara peraih Oscar Christopher Nolan. Menurutnya, kemunculan sineas muda dengan ide-ide segar menjadi sinyal positif bagi masa depan industri perfilman dunia.

 

Dari sisi cerita, Obsession mengisahkan seorang pemuda yang menggunakan boneka mistis bernama One Wish Willow untuk membuat sahabat lamanya sekaligus perempuan yang ia cintai jatuh cinta kepadanya. Namun, keinginan tersebut justru memicu serangkaian teror berdarah dan konsekuensi mengerikan.

 

Tak hanya menyuguhkan ketegangan, film ini juga mengangkat isu hubungan yang tidak sehat, budaya kencan modern, hingga pentingnya persetujuan atau consent, sehingga mendapat perhatian luas dari para kritikus maupun penonton.

 

Potensi besar film tersebut sebenarnya telah tercium sejak awal. Studio Focus Features, yang berada di bawah naungan Universal Pictures, membeli hak distribusi Obsession senilai US$15 juta saat Festival Film Toronto 2025.

 

Kesuksesan itu kini membuka jalan baru bagi Barker. Ia tengah menyiapkan film panjang keduanya berjudul Anything But Ghosts, sekaligus dipercaya menggarap versi terbaru film slasher legendaris The Texas Chain Saw Massacre (1974).