estoria.id - Ketegangan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung dikabarkan mencapai titik panas setelah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Di tengah memanasnya hubungan dua institusi penegak hukum tersebut, dua tokoh yang dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto, yakni Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, disebut berperan meredam eskalasi konflik.
Informasi tersebut diungkap dalam laporan Bocoran Alus Politik Tempo yang tayang pada Sabtu (18/07/2026). Laporan itu menyebut berbagai langkah dilakukan di balik layar untuk mencegah ketegangan antara Polri dan Kejaksaan Agung berkembang menjadi krisis antarlembaga.
Menurut laporan tersebut, konflik bermula setelah penyidik Polri menggeledah sebuah kafe yang dikaitkan dengan Febrie Adriansyah. Dari penggeledahan itu, polisi disebut menemukan sejumlah uang tunai dan emas yang kemudian menjadi bagian dari penyelidikan dugaan korupsi serta pencucian uang. Penetapan tersangka dilakukan setelah Febrie tidak lagi menjabat sebagai Jampidsus.
Di sisi lain, Kejaksaan Agung disebut sedang mengusut dugaan korupsi dalam proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret sejumlah aparat kepolisian. Kondisi itu memunculkan persepsi adanya saling serang antara dua institusi penegak hukum.