Temuan tersebut kemudian dilaporkan melalui program VDP dan setelah proses verifikasi hampir dua bulan, NASA mengirimkan surat penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam meningkatkan keamanan sistem mereka.

 

"Dapat apresiasi berupa sertifikat," kata Ibra singkat.

 

Dalam proses belajar, Ibra juga mengaku sempat mengalami banyak kesulitan karena belum memahami materi keamanan siber. Ia kemudian memanfaatkan berbagai sumber belajar, mulai dari tutorial YouTube hingga bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperdalam pengetahuannya.

 

Sang ayah, Aminudin, yang merupakan guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu, mengaku bangga atas pencapaian putranya. Menurutnya, Ibra baru serius mendalami cybersecurity pada awal tahun ini setelah sebelumnya fokus belajar coding.

 

"Dia menemukan kerentanan berupa broken link hijacking di web NASA, kemudian dilaporkan melalui VDP. Laporannya sudah hampir dua bulan, lalu pada 9 Juli mendapat balasan berupa sertifikat dari NASA," jelas Aminudin.