Keluarga mengaku sempat menerima informasi bahwa kondisi Dani menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, pada Senin malam, 12 Oktober 2026, dokter disebut menyampaikan bahwa kondisinya membaik dan pasien diperkirakan bisa pulang keesokan harinya.
Namun, rencana kepulangan itu tidak pernah terwujud.
Keluarga menduga Dani mengalami kejang setelah seorang perawat memberikan suntikan. Mereka juga mempertanyakan kondisi infus yang disebut mengalami sumbatan dan dimatikan ketika pasien muntah.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi dasar keluarga meminta penjelasan mengenai tindakan medis yang diberikan kepada Dani sebelum meninggal dunia.
Y turut menanggapi bantahan pihak rumah sakit mengenai keterangan bahwa Dani mengeluarkan busa sebelum meninggal. Ia menilai respons tersebut belum menjawab pertanyaan utama keluarga.