“Mengapa perawat meninggalkan pasien dalam kondisi muntah? Lalu, soal vonis dokter pada malam hari yang menyatakan pasien boleh pulang keesokan harinya, tapi di pagi harinya setelah disuntik pasien malah muntah hingga meninggal dunia. Ini kan belum dijawab oleh BHC. Kenapa pertanyaan krusial ini justru tidak dijawab,” ujarnya.
Keluarga menilai persoalan tersebut tidak cukup dijawab melalui bantahan terhadap satu gejala yang dipersoalkan. Mereka menginginkan penjelasan utuh mengenai kondisi pasien, tindakan medis yang dilakukan, dan penyebab kematian.
Y bahkan menilai sikap rumah sakit terkesan membiarkan polemik mereda dengan sendirinya.
“RS BHC terkesan sengaja mendiamkan agar semakin lama tragedi ini hening dengan sendirinya. RS BHC ini terkesan lepas dari tanggung jawab dan menghindar dari tragedi yang menimpa keluarga kami,” tegasnya.
Dugaan Perdamaian Muncul dari Pernyataan Bupati