ESTORIA - Pemerintah Arab Saudi kembali memberikan apresiasi kepada sejumlah negara yang dinilai berhasil menyelenggarakan layanan haji secara profesional, inovatif, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah. Penghargaan bergengsi tersebut diumumkan dalam ajang Anugerah Labbaitom yang menjadi tolok ukur kualitas tata kelola haji berbagai negara di dunia.
 

Dalam pengumuman resmi, penghargaan tertinggi atau Diamond Award diberikan kepada Malaysia, Irak, dan Ethiopia. Ketiga negara tersebut dinilai mampu menghadirkan sistem pelayanan haji yang unggul, mulai dari pengelolaan keberangkatan, pelayanan di Tanah Suci, hingga pendampingan jemaah secara menyeluruh.
 

Sementara itu, penghargaan emas kategori lanjutan diraih oleh Djibouti, Uni Komoro, dan Turki. Adapun penghargaan perak diberikan kepada Maroko, Oman, dan Mesir. Sedangkan Aljazair, Tunisia, dan Singapura memperoleh penghargaan perunggu atas kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah haji.
 

Tak hanya kantor urusan haji, Arab Saudi juga memberikan penghargaan kepada maskapai penerbangan yang berperan besar dalam mengangkut jutaan jemaah dari berbagai negara menuju Tanah Suci.
 

Pada kategori maskapai dengan volume hingga 50 penerbangan, penghargaan diberikan kepada Royal Brunei Airlines dan Middle East Airlines-Air Liban. Untuk kategori 150 penerbangan, penghargaan diraih Daallo Airlines dan Malaysia Airlines. Sementara kategori lebih dari 150 penerbangan diberikan kepada Flynas dan Saudi Airlines yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam kelancaran operasional transportasi jemaah.

 

Di sektor komunikasi dan pelayanan informasi, Arab Saudi juga menganugerahkan Excellence in Communication Award kepada perwakilan Turki, Kosovo, India, Ethiopia, Pakistan, dan Tajikistan. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan mereka membangun sistem komunikasi yang efektif sehingga memudahkan jemaah memperoleh informasi dan layanan selama menjalankan ibadah haji.

 

Selain itu, sejumlah perusahaan penyelenggara haji internasional turut mendapat pengakuan sebagai agensi haji luar negeri terbaik. Di antaranya Al-Miraj Organized Company Limited, Ibrahim Organized Company Limited, Al-Fattah Organized Company Limited, Holy Journeys Company, AJEX Tours and Local Support Services Company, serta Firdous Hajj Company.

 

Salah satu sorotan utama dalam penghargaan tahun ini adalah keberhasilan Malaysia yang kembali mempertahankan prestasinya. Negara jiran tersebut sukses meraih Diamond Award untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

 

Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia, Dr. Zulkifli Hasan, menyebut pencapaian itu sebagai bukti keberhasilan tata kelola yang dijalankan Lembaga Tabung Haji bersama seluruh petugas kesehatan dan kebajikan yang terlibat dalam pelayanan jemaah.
 

Menurutnya, kekuatan utama sistem pengelolaan haji Malaysia terletak pada kemampuan menggabungkan pendekatan konvensional dengan teknologi modern. Salah satunya melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta aplikasi digital e-TAIB yang mampu menjawab berbagai pertanyaan jemaah secara langsung dan real time.
 

Selain itu, program Green Hajj, kampanye kebersihan, serta evaluasi menyeluruh setelah musim haji berakhir menjadi faktor penting yang menjaga konsistensi kualitas layanan dari tahun ke tahun.
 

Pada kesempatan yang sama, Arab Saudi juga mulai mengarahkan perhatian pada penyelenggaraan musim haji berikutnya. Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, menyerahkan dokumen pengaturan awal kepada kantor-kantor urusan haji dari berbagai negara sebagai tanda dimulainya persiapan musim haji 1448 Hijriah.
 

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian kontrak, pengaturan layanan, serta koordinasi teknis sehingga seluruh kebutuhan jemaah dapat dipersiapkan lebih matang sejak dini.
 

Dr. Al-Rabiah menegaskan bahwa keberhasilan operasional haji tahun ini merupakan hasil dukungan penuh kepemimpinan Arab Saudi serta sinergi seluruh lembaga yang tergabung dalam Komite Tinggi Haji. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan target besar Visi Kerajaan Saudi 2030 yang menempatkan peningkatan kualitas pelayanan jemaah sebagai salah satu prioritas utama.