Ia menambahkan, nama-nama yang bergabung bukanlah wajah baru di lingkungan NU. Sebagian besar merupakan kader yang telah lama berproses dalam tradisi organisasi dan memiliki rekam jejak yang terbukti.
Latar belakang mereka pun beragam. Ada yang berkiprah di pemerintahan, dunia usaha, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat. Keragaman pengalaman tersebut diyakini dapat memperluas kontribusi Ansor dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
Bagi Addin, tantangan yang dihadapi organisasi kepemudaan saat ini tidak lagi sebatas menjaga nilai keislaman dan kebangsaan. Ansor juga dituntut mampu merespons isu-isu baru, mulai dari transformasi digital, penguatan ekonomi umat, hingga peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan nasional.
Karena itu, Ansor membutuhkan perpaduan antara kader yang memiliki militansi organisasi, pemahaman ideologis yang kuat, serta kemampuan profesional yang mumpuni.
"Kami ingin mempertemukan semangat pengabdian dengan profesionalisme. Ansor harus menjadi rumah besar bagi kader-kader muda NU yang memiliki keahlian di berbagai bidang agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," ujarnya.