“Realitas yang terjadi hingga saat ini adalah, tidak hanya Iran belum memberikan respons akhir, tetapi pihak Amerika Serikat lah yang sebenarnya telah kembali ke tuntutan mereka yang sebelumnya,” tulis Fars.
Dari Ancaman Serangan ke Seruan Perdamaian
Perubahan sikap Trump terjadi hanya beberapa jam setelah ia melontarkan ancaman keras terhadap Iran.
Pada Kamis pagi, Presiden AS itu menyatakan militer Amerika berada dalam kondisi siap tempur dan siap melancarkan serangan besar terhadap berbagai fasilitas pertahanan Iran.
Trump bahkan menyebut serangan itu akan menghancurkan kemampuan militer ofensif dan defensif Teheran.
Ancaman tersebut sempat memicu kekhawatiran bahwa konflik akan memasuki fase yang jauh lebih berbahaya. Namun, beberapa jam kemudian, Gedung Putih justru mengumumkan pembatalan operasi militer dan mengedepankan jalur diplomasi.