Washington juga dikabarkan membuka opsi agar uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran diproses kembali di dalam negeri dengan pengawasan ketat inspektur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

Menurut seorang diplomat yang mengetahui isi pembahasan, rancangan dokumen tersebut memuat rincian teknis yang dinilai memenuhi tuntutan utama Amerika Serikat.

 

Meski demikian, implementasi kesepakatan masih menghadapi tantangan besar karena sejumlah langkah teknis baru akan dijalankan setelah tercapai perjanjian lanjutan yang lebih rinci.

 

Selat Hormuz dan Sanksi Ekonomi

 

Selain isu nuklir, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi bagian penting dari pembahasan. Rancangan kesepakatan mengatur agar jalur pelayaran internasional di selat strategis tersebut kembali beroperasi tanpa hambatan dan mampu mencapai volume perdagangan sebelum perang dalam waktu 30 hari.