“Diskusi ini tidak hanya sebatas pemaparan materi. Kami ingin interaktif, ada check and balance. Kalau hanya menyerang terus, tidak enak. Harus ada umpan baliknya,” kata Nadianto.
Menurut dia, ruang diskusi hukum terbuka bagi mahasiswa maupun aktivis yang ingin memperdalam pemahaman mengenai berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat.
PBH Jatim, kata Nadianto, bahkan membuka ruang di kantornya untuk mahasiswa dan aktivis yang ingin belajar, berdiskusi, maupun membedah persoalan hukum secara lebih mendalam.
“Teman-teman aktivis yang ingin berdiskusi panjang lebar, PBH Jatim membuka ruang selebar-lebarnya. Mau diskusi berkaitan dengan hukum apa pun, silakan,” ujarnya.
Aktivis Jangan Hanya Berani Kritik
Nadianto menilai pemahaman hukum merupakan bekal penting dalam menjalankan kerja-kerja advokasi. Sebab, aktivis kerap bersentuhan dengan persoalan investigasi, audit, kritik terhadap kebijakan maupun pengawasan terhadap pemerintah.