Ia mengaku sempat memiliki kekhawatiran ketika mulai menulis karena takut terdapat kekeliruan dalam karya yang dibuat. Namun, kekhawatiran itu justru menjadi bagian dari proses belajar.

 

“Kalau ada yang ingin meluruskan, ya diluruskan. Kalau ada yang menemukan kesalahan, silakan dikritik. Dari situ kita bisa menulis lebih baik,” ujarnya.

 

Ribut menegaskan bahwa kehadirannya dalam forum tersebut bukan untuk menempatkan diri sebagai orang yang paling memahami hukum lingkungan.

 

“Saya datang ke sini bukan untuk mengajar, tetapi belajar. Bukan untuk mengguri, tetapi berguru kepada senior-senior yang ada di sini,” katanya.

 

Kerusakan Lingkungan Tak Selalu Terasa Hari Ini