Di tengah rencana pengukuran lahan, H. Nurhalik menyampaikan sikap tegas. Ia tidak keberatan jika pengukuran dilakukan untuk memastikan batas kepemilikan tanah dan status jalan. Namun, ia meminta agar proses tersebut dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada rumah miliknya yang kini menjadi polemik.
“Intinya, Mas, kalau hanya diukur wilayah rumah saya saja, saya tidak mau. Kalau mau diukur semuanya, saya akan dukung,” tegas H. Nurhalik.
Sementara itu, Kepala Desa Payudan Daleman, H. Saiful, mengakui bahwa persoalan tersebut masih dalam proses. Menurutnya, pemerintah desa masih merencanakan pelibatan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan persoalan batas lahan yang dipermasalahkan.
“Masih dalam proses. Sebenarnya masih rencana, masih mendatangkan BPN. Saya juga belum tahu apakah pihak yang menangani jalan akan ikut atau tidak. Itu tergantung BPN nanti,” kata H. Saiful saat diwawancarai.
Pernyataan kepala desa tersebut menunjukkan bahwa persoalan batas lahan masih membutuhkan kejelasan. Ketika ditanya mengenai peta desa yang dapat menjadi acuan, H. Saiful menjelaskan bahwa pengukuran baru dilakukan dan hasil petanya belum keluar.