Belum adanya jawaban tersebut tidak dapat langsung dimaknai sebagai upaya menghindari persoalan. Meski demikian, belum tersampaikannya tanggapan setelah pertanyaan dikirimkan sesuai arahan menjadi catatan dalam upaya memperoleh informasi yang berimbang.

 

Sementara itu, Sepupu almarhum berinisial Y menegaskan, ketika pihak RS BHC Sumenep mendatangi kediaman keluarga untuk bertakziah, mereka mendapat pernyataan bahwa hasil investigasi internal akan dijelaskan secara langsung.

 

Namun, hingga Selasa (27/10/2026) malam, keluarga mengaku masih menunggu hasil investigasi beserta penjelasan medis yang mereka butuhkan.

 

“Kami sampai saat ini masih menunggu hasil investigasi dan penjelasan hasilnya secara medis dari RS BHC Sumenep,” imbuhnya.

 

Hingga berita ini disusun, redaksi estoria.id belum menerima jawaban substantif dari Ketua IDI Sumenep, dr. Rifmi Utami. Adapun admin IDI Jawa Timur telah menyampaikan arahan agar konfirmasi mengenai persoalan tersebut ditujukan kepada rumah sakit terkait.