Riset University of Missouri menemukan bahwa kehadiran hewan peliharaan, terutama kucing, mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada anak penyandang autisme.

Dalam penelitian itu, hampir separuh keluarga responden memelihara kucing. Para orang tua juga melaporkan adanya ikatan emosional yang kuat antara anak dan hewan peliharaan mereka.

 

5. Dengkuran Kucing Diyakini Membantu 

Pemulihan Tulang dan Otot

 

Suara dengkuran atau purring yang dihasilkan kucing berada pada frekuensi sekitar 20 hingga 140 Hertz. Sejumlah penelitian mengaitkan frekuensi tersebut dengan proses pemulihan jaringan tubuh, termasuk membantu mengurangi nyeri pada tulang, sendi, dan otot.

Meski masih terus diteliti, temuan ini menjadi salah satu alasan mengapa dengkuran kucing dianggap memiliki efek terapeutik.