6. Menjaga Kesehatan Mental
Berinteraksi dengan kucing dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin, yang dikenal sebagai hormon kasih sayang dan ikatan sosial. Peningkatan hormon ini membuat seseorang merasa lebih tenang, rileks, dan bahagia.
Penelitian Allen dkk. (2020) juga menunjukkan bahwa sesi terapi yang melibatkan kucing mampu menurunkan kadar hormon stres kortisol secara signifikan. Para peserta penelitian melaporkan tingkat kecemasan yang lebih rendah setelah berinteraksi dengan kucing.
7. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh Anak
Paparan terhadap hewan peliharaan sejak usia dini juga dikaitkan dengan meningkatnya daya tahan tubuh anak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang tumbuh bersama kucing memiliki risiko lebih rendah mengalami alergi, infeksi, serta gangguan saluran pernapasan karena sistem imun mereka berkembang lebih baik.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya dapat diperoleh jika kucing dipelihara dengan baik. Pemeriksaan kesehatan rutin, vaksinasi, menjaga kebersihan kandang, serta memastikan kucing bebas dari parasit tetap menjadi syarat utama agar interaksi antara manusia dan hewan berlangsung aman dan menyehatkan.