estoria.id - Sebuah penemuan penting kembali menghidupkan harapan para ilmuwan dalam pencarian kehidupan di luar Tata Surya. Untuk pertama kalinya, astronom berhasil mendeteksi atmosfer secara langsung pada sebuah planet berbatu yang berada di zona layak huni, wilayah yang memungkinkan keberadaan air dalam bentuk cair.

 

Planet tersebut bernama LHS 1140 b, berjarak sekitar 48 tahun cahaya dari Bumi. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, planet ini memiliki atmosfer yang mengandung helium, menjadikannya planet berbatu pertama di zona layak huni yang atmosfernya berhasil dikonfirmasi secara langsung.

 

Temuan ini dinilai sebagai tonggak penting dalam dunia astronomi karena selama ini ribuan eksoplanet telah ditemukan, tetapi belum ada yang memenuhi kombinasi kriteria tersebut.

 

Penulis utama penelitian, Collin Cherubim dari Universitas Harvard, mengatakan deteksi atmosfer ini menjadi pencapaian besar dalam pencarian planet yang berpotensi mendukung kehidupan.

 

"Kami benar-benar mendeteksi helium secara langsung di atmosfer planet itu. Ini merupakan deteksi langsung pertama pada eksoplanet berbatu. Fakta bahwa planet ini berada di zona layak huni membuatnya sangat menarik bagi penelitian astrobiologi dan pencarian kehidupan," ujar Cherubim, dikutip dari berbagai sumber Minggu (19/06/2026).

 

LHS 1140 b sebenarnya bukan planet baru. Objek ini pertama kali ditemukan pada 2017 oleh tim astronom yang dipimpin Jason Dittmann. Namun, baru setelah hampir satu dekade pengamatan, para ilmuwan akhirnya memperoleh bukti kuat bahwa planet tersebut memang memiliki atmosfer.

 

Planet ini mengorbit sebuah bintang katai merah, jenis bintang yang ukurannya lebih kecil dan lebih dingin dibanding Matahari. Meski mengelilingi bintangnya dari jarak yang relatif dekat, suhu di LHS 1140 b tetap berada di kawasan yang dikenal sebagai zona Goldilocks, yakni wilayah dengan temperatur yang memungkinkan air tetap berwujud cair di permukaan.

 

Keberadaan air cair merupakan salah satu syarat utama yang diyakini ilmuwan untuk mendukung munculnya kehidupan seperti di Bumi.

 

Meski belum bisa disebut sebagai "Bumi kedua", LHS 1140 b memiliki sejumlah kemiripan penting. Planet ini diperkirakan tersusun dari batuan dengan inti besi serta memiliki atmosfer yang mampu bertahan selama miliaran tahun.

 

Penemuan atmosfer pada planet yang mengorbit bintang katai merah juga mengejutkan para peneliti. Pasalnya, jenis bintang ini dikenal sangat aktif dan kerap memancarkan radiasi berenergi tinggi yang seharusnya mampu mengikis atmosfer planet-planet di sekitarnya.

 

"Penemuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa setidaknya ada planet berbatu yang mampu mempertahankan atmosfernya selama miliaran tahun meski mengorbit bintang yang sangat aktif," kata Cherubim.

 

Hingga kini, para astronom telah mengonfirmasi lebih dari 6.000 eksoplanet di luar Tata Surya. Namun, LHS 1140 b menjadi salah satu kandidat paling menjanjikan dalam pencarian dunia yang berpotensi layak dihuni.

 

Meski begitu, para ilmuwan menegaskan bahwa keberadaan atmosfer belum dapat dijadikan bukti adanya kehidupan. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui komposisi atmosfer secara lebih rinci dan mencari kemungkinan adanya gas-gas yang berkaitan dengan aktivitas biologis.