Komitmen terhadap transportasi yang lebih ramah lingkungan juga tercermin dari penggunaan biodiesel B40 sepanjang 2025. Selama periode tersebut, layanan Kereta Api Jarak Jauh yang dioperasikan KAI melayani sekitar 47,4 juta pelanggan dengan total emisi karbon tercatat sebesar 127,3 ribu ton CO₂e.

 

Sementara pada periode Januari hingga April 2026, layanan kereta api jarak jauh dan lokal KAI telah mengangkut lebih dari 19,2 juta pelanggan dengan tetap mengandalkan bahan bakar berbasis biodiesel pada armada diesel yang beroperasi.

 

Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, moda transportasi berbasis rel masih menjadi salah satu pilihan yang relatif lebih ramah lingkungan. Berbagai studi menunjukkan emisi kereta api berada pada kisaran 15 hingga 40 gram CO₂ per penumpang per kilometer, jauh lebih rendah dibanding kendaraan pribadi yang dapat menghasilkan emisi sekitar 120 hingga 250 gram CO₂ per penumpang per kilometer.

 

Untuk mendukung implementasi B50, KAI bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta LEMIGAS melakukan serangkaian pengujian sejak pertengahan April 2026.

 

Pengujian dilakukan secara bertahap, mulai dari proses pencampuran bahan bakar (blending), pemeriksaan kondisi sarana, hingga uji operasional pada berbagai armada kereta berbasis diesel.