Pada lokomotif, pengujian dipusatkan di Depo Sidotopo dengan fokus memantau performa mesin serta konsumsi bahan bakar selama penggunaan B50. Tim teknis mengamati karakteristik pembakaran, kestabilan performa mesin, dan efisiensi operasional guna memastikan armada tetap bekerja optimal dalam aktivitas harian.
Sementara itu, pengujian pada kereta pembangkit dilakukan di Depo Kereta Yogyakarta. Fokus pengujian meliputi konsumsi bahan bakar dan pemeriksaan berkala setiap 300 jam operasi. Tahapan tersebut dilakukan dengan membandingkan penggunaan B40 dan B50 untuk mengetahui respons sarana dalam berbagai kondisi perjalanan.
KAI juga telah menyiapkan pengujian lanjutan dalam jangka panjang untuk memastikan ketahanan sarana tetap terjaga ketika beroperasi secara intensif di lapangan. Hingga kini, seluruh hasil pengujian masih dalam tahap evaluasi bersama pemerintah dan tim teknis terkait.
Anne menegaskan bahwa percepatan implementasi biodiesel B50 harus dibarengi dengan kesiapan yang matang agar standar keselamatan transportasi publik tetap terjaga.
"Percepatan implementasi B50 memerlukan kesiapan yang terukur agar tetap selaras dengan standar keselamatan dan kualitas layanan transportasi publik. KAI terus memperkuat koordinasi dan pengujian teknis agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan," pungkasnya.