Massa yang datang tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa. Akademisi, aktivis, buruh, hingga pengemudi ojek online ikut bergabung dalam aksi yang diwarnai orasi dan pembacaan puisi perlawanan. Jalan utama di kawasan Gejayan pun ditutup total selama demonstrasi berlangsung.
Di tengah meningkatnya suhu kritik publik terhadap pemerintah, temuan alat pelacak di kendaraan seorang aktivis mahasiswa menimbulkan pertanyaan serius: apakah ini sekadar ulah pihak tak dikenal, atau bagian dari pola intimidasi yang lebih besar terhadap mereka yang bersuara di ruang publik?
Hingga kini belum ada penjelasan mengenai asal-usul perangkat tersebut maupun pihak yang diduga memasangnya.