Namun, Mazdon mengingatkan bahwa tidak semua fakta yang ditemukan layak dipublikasikan. Seorang wartawan harus mempertimbangkan etika, dampak, serta nilai manfaat sebelum sebuah informasi disajikan kepada publik.
"Ada fakta dan kebenaran tertentu yang belum tentu layak dipublikasikan menjadi berita. Misalnya, tidak mungkin kita memberitakan hal-hal yang justru merugikan atau menjatuhkan almamater sendiri tanpa mempertimbangkan nilai manfaat dan dampaknya," ujarnya.
Ia menegaskan, jurnalis dituntut menjunjung tinggi kejujuran, objektivitas, tanggung jawab, serta memahami news value agar informasi yang disampaikan tetap kredibel dan tidak menyesatkan masyarakat.
Sementara itu, Syamsuni membawakan materi mengenai sejarah perkembangan jurnalistik, etika wartawan saat melakukan peliputan, hingga teknik investigasi, terutama dalam mengungkap persoalan di sektor perbankan.
Menurutnya, seorang jurnalis harus mampu melihat sebuah persoalan secara utuh, tidak hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan.