"Kita melihat tembok jangan hanya warnanya, tetapi juga harus melihat apa saja yang menyusun tembok itu. Ada batu bata, semen, dan kerja tukang yang menyusunnya," katanya, menggambarkan pentingnya menggali akar persoalan dalam sebuah liputan.

 

Pelatihan berlangsung dinamis dengan sesi diskusi yang dipenuhi pertanyaan dari peserta. Antusiasme mahasiswa menunjukkan tingginya minat terhadap dunia jurnalistik, khususnya dalam memahami praktik peliputan yang profesional dan beretika.

 

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik yang dinilai aktif selama mengikuti pelatihan.

 

Ketua LPM Palotan STAINAS Gapura, Ahmad Alan Romdani, mewakili Pengasuh Pondok Pesantren Nasy'atul Muta'allimin KH A Dardiri Zubairi, berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi jurnalis muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

 

"Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir lebih banyak mahasiswa yang memiliki keberanian, kepekaan sosial, dan menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," ujar Ahmad Alan.