Hingga kini, aparat penegak hukum belum mengungkap secara rinci konstruksi hukum maupun dugaan peran Febrie Adriansyah dalam masing-masing perkara. Informasi yang telah dipublikasikan baru mencakup dugaan manipulasi dokumen terkait kuantitas dan kualitas pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU, sementara penyidikan terhadap dua perkara lainnya masih terus berjalan.