Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya 40 titik dapur MBG diduga diperjualbelikan dengan nilai mencapai Rp300 juta untuk setiap titik.

Tak hanya itu, setiap dapur yang memperoleh titik melalui mekanisme tersebut juga disebut-sebut diwajibkan menyetorkan Rp1.000 dari setiap porsi makanan yang diproduksi. Dugaan praktik tersebut dinilai berpotensi memperbesar kerugian negara dalam pelaksanaan program MBG.

 

Desakan agar penyidikan diperluas datang dari Koalisi Mahasiswa Madura (KMM). Pada 17 Juni 2026, organisasi tersebut menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung RI di Jakarta.

 

Koordinator aksi KMM, Imam Bukhori, mengatakan organisasinya meminta penyidik tidak berhenti pada penetapan tersangka di lingkungan BGN.

 

"Diduga ada keterlibatan salah satu anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi," kata Imam Bukhori saat aksi di depan Kejaksaan Agung, Rabu (17/6/2026).

 

Menurut Imam, tuntutan tersebut didasarkan pada hasil penelusuran yang dilakukan organisasinya terhadap sejumlah dapur SPPG di wilayah Madura.