Salah satu contohnya adalah proyek pemavingan ruang terbuka hijau pada Februari 2026. Kegiatan tersebut tercatat menghabiskan anggaran Rp15.567.000 yang dicairkan secara bertahap.
Meski rincian pengeluaran disebut telah dimasukkan dalam catatan keuangan, dokumen analisis warga menyebut tidak ditemukan nota pembelian material maupun kuitansi pembayaran jasa pekerjaan.
Persoalan serupa juga ditemukan pada sejumlah pengeluaran lain, di antaranya perbaikan CCTV, kendaraan operasional, pembelian rambu jalan, perbaikan pompa air, hingga berbagai kegiatan lingkungan lainnya.
Ketiadaan bukti transaksi membuat warga kesulitan memastikan apakah seluruh pengeluaran benar-benar sesuai dengan nominal yang dibukukan dan digunakan untuk kepentingan paguyuban.
Bahkan, bantuan sebesar Rp500 ribu dari Kepala Desa Paberasan untuk kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI pada Agustus 2024 disebut tidak tercatat sebagai pemasukan dalam kas paguyuban.