Oman sebenarnya memiliki peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan pada babak pertama setelah mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-38. Namun, kiper Emil Audero tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi Hatem Al-Rushadi setelah berhasil menebak arah bola.
Meski akhirnya kembali kebobolan lewat gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56, Sektioui menilai timnya menunjukkan perkembangan positif setelah jeda pertandingan.
"Saya senang dengan apa yang saya lihat di babak kedua. Ini adalah pertandingan resmi pertama kami dengan grup ini. Banyak pelajaran yang bisa kami ambil untuk membantu perkembangan tim ke depan," katanya.
Selain aspek taktik, Sektioui secara khusus menyoroti kualitas fisik para pemain Indonesia. Ia menilai kecepatan dan daya tahan yang dimiliki skuad Garuda menjadi faktor penting yang membuat tuan rumah mampu mendominasi jalannya pertandingan, terutama pada babak pertama.
"Secara fisik mereka sangat baik. Itu membuat mereka mampu mengontrol permainan pada babak pertama. Mereka cepat, dan secara taktis juga tampil baik. Ditambah kesalahan yang kami lakukan, itu membantu Indonesia," ujarnya.