"Banyak dinamika yang terjadi di dalam tim. Bukan hanya tim kepelatihan yang bertanggung jawab terhadap performa yang kurang bagus musim ini. Perekrutan pemain juga menjadi salah satu penyebabnya," ungkap Rakhmad, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (09/06/2026).

 

Pelatih asal Pamekasan itu menilai pergantian pelatih di tengah musim justru memperparah kondisi yang sudah tidak stabil. Menurutnya, Madura United sebenarnya mulai menemukan identitas permainan bersama Alfredo Vera yang mengandalkan skema 4-3-3 dan kekuatan sektor sayap.

 

Namun semuanya berubah ketika Carlos Parreira datang dengan pendekatan berbeda. Formasi tiga bek yang diterapkan dianggap tidak sesuai dengan karakter pemain yang sudah dibangun sejak awal musim.

 

"Alfredo Vera sebenarnya sudah mulai menemukan bentuk permainan tim. Tetapi ketika pelatih berganti dan membawa ide baru, pemain harus kembali beradaptasi. Itu membuat situasi semakin sulit," jelasnya.

 

Perubahan taktik tersebut berdampak langsung terhadap performa sejumlah pemain kunci. Pemain-pemain sayap yang sebelumnya menjadi andalan kehilangan peran sentral dalam skema baru, sementara tim belum mampu beradaptasi secara optimal.