Perlahan, pendekatan tersebut mulai membuahkan hasil. Kondisi tim menjadi lebih kondusif, komunikasi membaik, dan kepercayaan diri pemain kembali tumbuh. Dari situ, Madura United mulai mengumpulkan poin-poin penting yang akhirnya menyelamatkan mereka dari jurang degradasi.

 

Meski berhasil mempertahankan Madura United di Liga 1, Rakhmad menyebut musim 2025/2026 sebagai periode paling berat selama dirinya berada di tim senior Sapeh Kerrab.

 

"Periode itu yang paling buruk. Antar pemain sudah tidak saling percaya, pemain kepada pelatih juga sudah tidak saling percaya," kenangnya.

 

Ke depan, Rakhmad berharap pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen tim. Ia tidak ingin Madura United kembali menghabiskan musim hanya untuk berjuang menghindari degradasi.

 

"Ini tidak boleh terulang lagi. Sejak awal musim nanti semuanya harus dipersiapkan dengan lebih baik. Dua tahun berjuang di zona degradasi itu sangat berat," pungkasnya.