Selain mendorong digitalisasi pembayaran, Perry juga berperan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai kebijakan moneter, penguatan cadangan devisa, stabilisasi pasar keuangan, serta koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi.
Dengan masa pengabdian sekitar 42 tahun, Perry Warjiyo meninggalkan jejak besar dalam sejarah Bank Indonesia. Meski memilih mengakhiri masa jabatannya lebih awal, berbagai kebijakan, reformasi, serta inovasi yang lahir di bawah kepemimpinannya diperkirakan akan terus menjadi fondasi penting bagi sistem keuangan dan perekonomian Indonesia di masa mendatang.