Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada keputusan MSCI yang memberlakukan interim freeze terhadap Indonesia pada Februari 2026. Kebijakan tersebut dinilai menjadi catatan penting terkait aspek transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia di mata investor global.
 

Di saat bersamaan, ketidakpastian ekonomi dunia semakin meningkat. Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia menjadi faktor tambahan yang berpotensi membebani APBN sekaligus meningkatkan tekanan inflasi.
 

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang melemah sekitar 8 persen sepanjang tahun berjalan ikut memperkuat persepsi risiko terhadap aset-aset Indonesia.

 

MBG Dinilai Fleksibel, Bukan Beban Fiskal

 

Purbaya mengungkapkan salah satu kesalahpahaman yang berkembang di kalangan pelaku pasar adalah anggapan bahwa program MBG bersifat kaku dan tidak dapat disesuaikan ketika kondisi fiskal berubah.
 

Padahal, menurutnya, pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap berbagai program prioritas tanpa mengganggu stabilitas keuangan negara.