Namun sampai berita ini ditulis, surat konfirmasi tersebut belum mendapatkan tanggapan dari pihak BCA Cabang Sumenep. Tidak ada jawaban maupun klarifikasi resmi yang disampaikan kepada media.
Kondisi itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, kasus yang menyeret nama salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut telah ramai diperbincangkan dan menjadi perhatian publik sejak pertama kali mencuat.
Kasus bermula ketika Anwar mengaku mendapati saldo rekeningnya berkurang sebesar Rp1 juta setelah menggunakan layanan QRIS BCA pada Jumat, 15 Mei 2026. Kejanggalan itu diketahui saat dirinya memeriksa mutasi rekening melalui aplikasi MyBCA beberapa jam setelah transaksi dilakukan.
“Yang bikin saya heran, ketika saya cek inbox QRIS itu tertulis berhasil atau sukses alias masuk. Tapi saldonya tidak ada,” ujar Anwar kepada wartawan, Senin (18/05/2026).
Menurutnya, notifikasi transaksi menunjukkan status berhasil. Namun dana yang seharusnya tercatat dalam rekening justru tidak ditemukan.
“Intinya saldo saya itu hilang tanpa melakukan transaksi,” katanya.