ESTORIA - Di balik masifnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, terselip persoalan serius yang luput dari perhatian. Ribuan relawan yang setiap hari bekerja di dapur-dapur penyedia makanan untuk program nasional tersebut ternyata belum seluruhnya mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Fakta ini mencuat di tengah beroperasinya sedikitnya 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di wilayah daratan hingga kepulauan Sumenep. Sebagian besar dapur itu bahkan telah berjalan lebih dari satu tahun.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumenep, M Kholilur Rahman, mengungkapkan masih banyak pengelola dapur yang belum menuntaskan kewajiban mendaftarkan relawan ke BPJS Ketenagakerjaan.
"Tidak semua Kepala SPPG itu respons cepat. Saat ditanya sudah diurus atau belum BPJS ketenagakerjaannya, jawabnya sudah. Tapi setelah kami cek ke BPJS Ketenagakerjaan Sumenep, ternyata belum," kata Kholilur, Jumat (05/06/2026).
Jumlah relawan yang terlibat dalam program MBG di Sumenep tidak sedikit. Setiap dapur rata-rata mempekerjakan sekitar 30 orang relawan. Dengan 114 dapur yang telah beroperasi, jumlah tenaga yang terlibat diperkirakan mencapai 3.420 orang. Angka itu belum termasuk 10 dapur baru yang dalam waktu dekat akan mulai beroperasi.