Pada sektor pendidikan, Fraksi PAN menilai tingginya angka anak putus sekolah masih menjadi persoalan serius. Faktor ekonomi keluarga, tuntutan bekerja, hingga memilih merantau disebut menjadi penyebab utama. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan kondisi bangunan sekolah yang membutuhkan rehabilitasi, keterbatasan sarana belajar, serta kesejahteraan guru honorer yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Fraksi PAN mendorong pemerintah memperluas program beasiswa bagi keluarga kurang mampu, mengoptimalkan pelaksanaan Sekolah Rakyat, mempercepat rehabilitasi fasilitas pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru honorer, serta memastikan alokasi anggaran pendidikan tetap memenuhi ketentuan minimal 20 persen dari APBD.
"Investasi terbaik bagi masa depan Kabupaten Sumenep adalah investasi di bidang pendidikan. Karena itu sektor pendidikan harus menjadi prioritas pembangunan daerah," ucap Hairul.
Dalam rapat paripurna itu, Fraksi PAN juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan, Abd. Rahman.
Di akhir penyampaiannya, Fraksi PAN berharap seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama masa reses benar-benar menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Sumenep.