ESTORIA - Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali memantik perdebatan publik. Penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN menuai kritik dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) periode 2025, Tiyo Ardianto, yang menilai pergantian tersebut belum menunjukkan arah perubahan yang jelas bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Dalam sebuah diskusi yang digelar pada Jumat (05/06/2026), Tiyo mempertanyakan sejauh mana pergantian pucuk pimpinan BGN akan membawa perbaikan terhadap berbagai persoalan yang selama ini membayangi program unggulan pemerintah tersebut. 

 

Menurutnya, masyarakat berharap hadirnya kepemimpinan baru dapat menjadi momentum evaluasi sekaligus transformasi kebijakan. Namun harapan itu, kata dia, belum terlihat dari pidato perdana Nanik setelah resmi menjabat sebagai Kepala BGN.

 

Tiyo menilai pidato tersebut tidak menawarkan gagasan baru yang mampu menjawab tantangan mendasar dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Ia menganggap publik belum mendapatkan gambaran mengenai langkah-langkah konkret yang akan ditempuh untuk memperbaiki berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program.

 

“Pergantian kepala lembaga seharusnya menjadi titik awal perubahan. Ketika Pak Dadan digantikan oleh Bu Nanik, publik tentu menunggu arah kebijakan baru yang lebih jelas. Namun dari pidato perdananya, saya tidak melihat adanya poin-poin transformasional yang disampaikan,” ujar Tiyo.