“tidak hanya itu sebenarnya.” Lanjutya. “Mbak Diva juga sering memberikan nasi goreng anget kesukaanku saat ia hendak pulang dari kafe. Ia memberikan kode “tepuk tangan” sekali kalau Mbak Diva  mau memberikan aku nasi goreng dan hendak pulang dari kafe milik ayahnya.” Kasir pun hanya manggut-manggut mendengarnya sambil melayani pengunjung yang memesan minuman kopi manis misal.

 

“Oh, pantesan Mbak Diva tiap mau pulang nyuruh bungkusin nasi goreng. Jadi itu dikasihkan ke sampean, Mas…” tukang parkir itu menaikkan kedua alisnya, diikuti dengan kedua bahunya diangkat setelah mendengarkan cerita dari kasir itu. 

 

Tukang parkir yang dari tadi ngobrol dengan kasir, dia pun kembali ke tempat parkiran. Kembali beraktivitas lagi. Jam menunjukkan pukul 23.00. Sudah tidak ada lagi pengunjung  yang akan datang lagi. Sebab Para pengunjung tahu kalau kafe akan tutup pada jam 00.00. itupun karena ada covid 19 yang menjadikan suatu alasan kenapa kafe- kafe Jogja tutup di jam segitu. Para pengunjung kafe satu demi satu meninggalkan tempat.

 

Tukang parkir itu kembali berkuasa lagi saat para pengunjung pulang. Dia pun memimpin arus jalan kanan-kiri.

 

“Plok….” Suara tepuk tangan, satu kali tepukan terdengar dari arah kafe