“Waduuu… jadi ndak enak sama Mbak Diva. Hampir tiap malam ee..” Tukang parkir itu pun tersenyum dengan giginya yang agak maju. Ia pun menerima sebungkus nasi goreng dari mbak Diva.
“Sejak kapan Mas Dul nggak enakan? Perasaan dari kemari tidak pernah bilang begitu…” Tukang parkir itu hanya menggaruk-garuk kepala yang tak gatal saat ditanya mbak Diva.
“Yo wes, Mas Dul, aku tak pulang dulu.” Tukang parkir itu pun mengangguk, diikuti senyumannya yang giginya agak maju itu. Mata tukang parkir mengantarnya. Mulai dari masuk mobil, hingga hilang tanpa bekas dibalik gedung-gedung.
Kasir yang sering diajak ngobrol sama tukang parkir, menggeleng-gelengkan kepalanya sambil senyum-senyum melihat tingkah tukang parkir itu…