ESTORIA – Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, melontarkan kritik terbuka terhadap tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, intensitas lawatan yang dilakukan kepala negara saat ini sudah berada di luar kebiasaan para pemimpin dunia dan perlu dievaluasi.

 

Pandangan tersebut disampaikan Dino melalui akun media sosial X miliknya pada Sabtu (30/05/2026). Dalam unggahannya, ia mengaku berbicara atas dasar kepedulian sebagai pelaku hubungan internasional sekaligus mewakili kegelisahan sebagian masyarakat.

 

Dino menilai Prabowo menjadi salah satu pemimpin dunia yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri sejak menjabat sebagai presiden. Bahkan, ia memperkirakan sekitar satu dari enam hari masa pemerintahan Prabowo dihabiskan untuk agenda di luar negeri.

 

"Angka tersebut tidak lazim dan melampaui batas kewajaran," tulis Dino.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu menegaskan kritik yang disampaikannya bukanlah serangan politik. Ia justru mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pandangannya, mengingat Presiden Prabowo pernah menganugerahkan Bintang Mahaputera atas kontribusinya di bidang diplomasi.

Baca Juga:Main Belakang

 

Dalam pernyataannya, Dino menawarkan sejumlah masukan yang menurutnya dapat membuat diplomasi Indonesia tetap efektif tanpa harus menguras banyak waktu dan biaya negara.