Ia menyinggung kunjungan Presiden ke Pakistan dan Rusia yang menurutnya berlangsung tanpa informasi yang memadai kepada publik.
Dino juga menyarankan agar Presiden lebih banyak menerima kunjungan pemimpin negara lain di Indonesia dibandingkan melakukan perjalanan ke luar negeri. Langkah tersebut dinilai dapat menekan biaya sekaligus tetap menjaga hubungan diplomatik.
Di sisi lain, sejumlah agenda diplomasi yang bersifat teknis juga dinilai dapat didelegasikan kepada Menteri Luar Negeri. Menurutnya, praktik tersebut lazim dilakukan dalam pemerintahan sebelumnya sehingga Presiden dapat lebih fokus pada agenda strategis nasional.
Sorotan lain yang tak luput dari perhatian Dino adalah besarnya anggaran yang harus dikeluarkan negara untuk setiap lawatan kenegaraan. Biaya tersebut mencakup transportasi, pengamanan, akomodasi, logistik, hingga kebutuhan rombongan delegasi.
"Setiap perjalanan ke luar negeri dapat menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah," tulisnya.