Kehilangan itu semakin menyakitkan karena Dani sebenarnya dijadwalkan mengikuti wisuda pada 27 Oktober 2026. Hari yang seharusnya menjadi kebanggaan keluarga justru dilewati tanpa kehadiran sosok yang mereka nantikan.
H. Hayat mengaku berusaha menerima kepergian putranya sebagai takdir Tuhan. Namun, menerima takdir bukan berarti berhenti mencari penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
"Kami tetap menunggu hasil keputusan rumah sakit," kata H. Hayat, Senin (2/11/2026).
Kalimat tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan yang dihadapi keluarga bukan sekadar kehilangan. Ada pertanyaan yang masih menggantung dan belum mendapatkan jawaban dari pihak yang diharapkan memberikan penjelasan.
Tak lama kemudian, istri H. Hayat, Hj. Siti Nor Hayati, tiba di rumah setelah berjualan sembako di Pasar Anom Baru Sumenep.