Dua hari kemudian, Bupati Sumenep menyampaikan instruksi agar dilakukan pengecekan terhadap RS BHC.
Akan tetapi, hingga Senin (2/11/2026), belum ada penjelasan terbuka mengenai perkembangan tindak lanjut instruksi tersebut.
Upaya wartawan menghubungi drg. Elliya Fardasah untuk meminta keterangan mengenai perkembangan pemeriksaan tidak mendapatkan respons. Pesan dan panggilan yang disampaikan tidak dijawab. Hal serupa juga terjadi ketika awak media berupaya mengonfirmasi Sekretaris Dinkes P2KB Sumenep.
Publik pun belum memperoleh kepastian apakah tim evaluasi telah bekerja, aspek pelayanan apa saja yang diperiksa, serta kapan hasil pemeriksaan akan disampaikan.
Padahal, evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk menjawab persoalan yang muncul setelah kematian Dani di RS BHC.